Ternyata Ini Lho 5 Penyebab Anak Mendapatkan Nilai Jelek

Ternyata Ini Lho 5 Penyebab Anak Mendapatkan Nilai Jelek

Memiliki anak yang sering mendapat ranking di sekolah tentu menjadi hal yang membanggakan bagi setiap orang tua. Faktanya sekolah menjadi tempat serta ajang pembuktian para murid untuk menunjukkan siapa yang terbaik diantaranya.

Tapi bagaimana dengan mereka yang mendapatkan nilai jelek? Perlu diketahui bahwa nilai jelek tidak hanya disebabkan karena anak malas atau bodoh. Ada banyak hal yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

Penyebab Anak Mendapatkan Nilai Jelek

Penyebabnya tersebut pun bentuknya beraneka ragam bergantung pada kondisi dan situasi dari anak terkait. Tapi sebagian besar anak yang mendapat nilai jelek tersebut memiliki kesamaan dalam penyebabnya. Apa saja ya?

1. Merasa Bosan Dengan Pendidikan Formal

Banyak Kita temui adanya pelajar yang membolos saat sekolah untuk sekadar nongkrong di warung makan. Hal tersebut bukan berarti mereka adalah anak yang nakal, tanpa bermaksud membenarkan perbuatan membolos saat sekolah, tapi bisa saja hal tersebut terjadi karena mereka merasa bosan dengan pelajaran yang disampaikan oleh guru.

Seperti yang Kita ketahui sendiri bahwa pendidikan formal di Indonesia membuat guru memiliki peran dan tanggung jawab yang lebih besar daripada siswa itu sendiri. Hal tersebut juga yang menyebabkan pelajar mengalami kesulitan untuk berkembang, hingga akhirnya nilai yang didapatkan saat ujian pun jelek.

2. Tidak Fokus

Ada banyak hal yang menyebabkan orang kehilangan fokusnya saat mengerjakan sesuatu. Misalnya saja dalam hal belajar di ruang kelas. Banyaknya murid yang ada di kelas terkadang membuat Kita, sebagai pelajar, kesulitan untuk memahami dan memerhatikan materi yang disampaikan oleh guru.

3. Mengalami Kecemasan Saat Ujian

Memang terdengar sepele, tapi hal ini benar-benar terjadi pada sebagian anak. Ketika hari ujian tiba mereka biasanya akan dicemaskan dengan tingkat kesulitan soal dan berbagai beban apakah mereka akan lolos ujian tersebut atau tidak. Ternyata kecemasan yang terjadi ini bisa membuat orang kehilangan daya ingatnya tentang suatu hal yang sebelumnya sudah dipelajari. Hal tersebutlah yang kemudian membuat nilai pelajar menjadi jelek.

4. Bermain Baccarat Online

Perlu diketahui bahwa akibat sering bermain di agen baccarat itu sangatlah berbahaya bagi anak. Entah itu masalah kesehatan, finansial, ataupun masalah pendidikan yang sedang dijalani. Terlalu sering bermain judi online hanya akan membuat pemainnya mengalami kerugian dalam berbagai aspek. Tentu Anda tidak ingin hal tersebut terjadi kepada Anda ataupun keluarga Anda bukan?

5. Kurang Komunikasi

Kadang seseorang mengalami kesulitan untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya dipikirkannya dan menuangkannya menjadi kata-kata yang mudah untuk dipahami. Memang bukan sepenuhnya kesalahan murid, tapi tentu komunikasi sangatlah diperlukan untuk menunjang penyampaian materi yang diberikan oleh guru. Jika komunikasi yang dilakukan tidak cukup intensif maka bukan tidak mungkin nilai anak akan menjadi jelek karena paham guru dan murid tersebut belum didiskusikan dan disamakan.

Bagaimana? Setelah mengetahui semua fakta tersebut, sebaiknya Anda jangan pernah lagi menganggap anak yang memiliki nilai jelek itu bodoh dan nakal. Karena memang banyak faktor yang mengikutinya. Seperti contohnya saja akibat sering bermain baccarat judi online yang akan terus menghantui siapapun yang pernah memainkannya. Menyeramkan bukan?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*